Aku Kehilangan ..tribute to Mega,Indra,Aris

Gw terlalu dangkal ternyata selama ini, gw begitu seolah menderita kehilangan sahabat bernama ***** Minyak 2006,
padahal dia masih ada didepan mata. hanya egois kami sajahhh uhhhh
Tapi 2 hari ini aku tersentuh karena memaknai arti kehilangan sesungguhnya...
kehilangan orang tercinta...yang benar2 hilang didepan mata...

sambil pake ilustrasi musik ini yah..."Kehilangan, melly goeslaw"
http://www.bursalagu.com/mp3/kehilangan_heart.html

Puisi2 yg aku tulis,dan ternyata sambil nangis,parah memang terlalu terlibat emosi yg deras..hahaha
adalah persembahan untuk teman dan sepupuku yang baru saja kehilangan cinta berwujud ....ayah...




HUJAN BULAN SEPTEMBER
                                        -untuk Mecul..

Kunikmati langit hari ini
dalam perjalanan udara penuh doa
kulewati awan-awan hiasan bumi
serasa aku adalah mega ditengah mega-mega biru
seolah aku ingin menyapa perasaan burung-burung

Ceria tlah kulewati
Hari fitri penuh santun
beranjak menjajaki hari baru sejenak kemudian...
September ceriaku..

Namun kini langit mendung seketika
tak ada hujan, hati penuh badai
tak ada petir, jiwa penuh gemuruh
Aku sedang menempuh jarak menuju kota banjir
Dan benar saja...
Aku mendapati kota penuh air mata

Tuhan turunkan surat berita menggelegar...

Aku kehilangan...
dan ini pesan syurgawi yang sesungguh menyakitkan
Tuhan mengapa kau ambil sentuhan sayang ini..

Ayahanda hadir penuh cinta
Adinda hadir penuh ceria
Ayahanda pergi penuh nestapa
Adinda pergi penuh derita..

Kau ambil kembali..
pengecup kening terbaik di bumi ini
Kau ciptakan aku,tertitipkan pada
asuhan pelukannya..
Apakah tugas beliau sudah selesai
membesarkan tubuh, hati dan pikiranku
Apakah tugasku telah selesai
menyayangi adikku sampai tak kelak dewasa..
Hujan ini....air mata ini...

Pada Allah penjaga langit...
aku menengadah untuk melihat langit
Jaga segala cinta yang telah kau ambil
Jaga segala senyum yang telah kau ambil
Turunkan segala ikhlas yang kau cipta
Turunkan segala tabah yang menderu
atas mereka yang telah selesai bertugas
membahagiakan aku di dunia ini

....setiap detik yang kulalui didalam hidup..
adalah menyematkan doa terindah
pada dua senyum yang telah pergi
Selamanya....

-Rian, 15 sept 2010,01.00 wib-


BERI AKU IKHLAS

Tuhan penguasa langit
berikan aku ikhlas...
Tuhan penguasa samudra
berikan aku ikhlas...
Tuhan yang menciptakan dia ada
berikan aku ikhlas...
Tuhan yang menciptakan dia tiada
berikan aku ikhlas..
Itu saja...

-Rian, 15 sept 2010,01.45 wib-


Saat usai menulis semua puisi berderai air mata ini...aku menlanjutkan tidur...
namun apa daya langit tak tersentuh...
Subuh itu jua aku terima kabar tak kalah menggelegar.....
Pakde ku di Surabaya..menghirup nafas terakhir dalam hidupnya......

TERBANG TANPA SAYAP #6

dialah matahariku
........matahariku yang menyinari
.............................menyinari hidupku
.........................................hidupku yang dimulai dari benih cintanya
cintanya, dialah matahariku

seketika itu...
kata "matahari" kehilangan abjad  "h"
hilang...terbang menemui Sang Illahi
dan kini kata matahari
hilang sinarnya, menjadi kata..

air mata...

-Rian, 15 sepetember 2010, 02.00 wib


Untuk Mas Indra dan Mas Aris,ini puisi ade buat mas
Rian bangga masih berbincang dgn pakde bulan Juli lalu,makan tahu campur..
dan kembali membicarakan Sipil ITB,tempat beliau menuntut ilmu...

PAPA TAK PERNAH PERGI
                                           -untuk Mas Indra,Mas Aris-

Beribu nafas adalah keseharian pasti
aku bangga pada papa
hingga nafas terakhir adalah takdir pasti
Kau mencipta segala kalimah sakti
kalimah membuka mata
kalimah membuka telinga
kalimah membuka hati dan pikiran

Dikau papa dengan tugas terbaik
asuh aku sampai kelak mengasuh
didik aku sampai kelak mendidik
bimbing aku sampai aku tak bimbang
besarkan aku sampai aku punya si kecil

..ujianmu mengasuhku adalah cinta
..ujianku kehilanganmu adalah derita
aku menyayangimu
seperti kau menyayangiku sejak kecil

Tatkala celana merah berubah biru
biru berubah abu
dan sampai kau rintih menahan sakit
aku tetap menyayangimu..

Ikhlas adalah jawaban dari segala luka pagi
hingga senyum mama tetap jadi
pengatar malam sendu
dan biarkan mama tahu kemana arah
doa harus dituju..

tak ada lagi yang berkata
tak ada lagi yang mendengarkan
aku kehilanganmu tapi kau tak hilang
kau telah pergi tapi kau tak pergi
Aku masih hidup membawa hatiku selalu
Kau telah terkubur
namun bukan dihatiku....

...karena tempat teratas dihatiku..
kau masih duduk tersenyum..
"Assalamualaikum putra-putraku.."
menantikan do'a disetiap shalatku..

-Rian, 15 september 2010, 06.30 wib-

****
Saya turut berluka cita atas kepergian kekasih kalian....
terimakasih buat Aconk yang menguatkan aku saat membuat puisi2 ini malam itu........

Lebaran tahun ini jangan pernah menjadi lebaran dengan momen yang tak ingin diingat...
tak ada September yang kelabu..karena Ikhlas harus menjadi penahan hati..
Biarkan Ujian Sang Robb..tetap mengingatkan nilai Al Rohman dan Al Rohim-Nya dalan hidup kita..
Semoga amal ibadah mereka tercapai pada posisi juara di tangga ketaqwaan di sisiNya
Doa,adalah jawaban terakhir mereka tetap bahagia...

Rian..


16 september 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar