Filozhova dari Sahabat

the endesoRian

Terimakasih yah semuanya,kalian emang sahabat terbaik

Membaca Ruangga atau blog Angga Aditya Atmadilaga kembali..seiring instropeksi diri yang aku lakukan
membuat Riancreadible atau Rian Ardiansyah Gandaprawira kembali bangkit dengan sajian kebaikan dan penghapusan segala pengkhianatan semesta.
http://anggaditya.wordpress.com/2009/12/16/atas-suatu-kegelisahan/


Riangga..penjaga mimpi


Masalahku belum selesai kawan,aku masih buruk tp belum menjadi busuk. Raja dramatisir,yang gelisah dengan pola menyayangi sahabat yang berlebihan dan rasa memiliki yang tak karuan,bukan karena suka..atau posesive..tapi begitulah caraku menyayangi,tak ingin kehilangan sampai mati.
Telah terjadi perang,telah terjadi pertautan bathin...tapi kini semoga laras dunia kembali terjadi. Aku dan seluruh kesalahan yang aku banggakan,aku dengan sesal yang aku tinggikan dan aku dengan maaf yang aku agungkan.

Catatan ini persembahan buat sahabat2 ku yang selalu menasihatiku dengan tentram...sahaja tiada sirna..
Angga,Aconk,Tito,Yovan,Yusi,Alvian,Sufty,Ajie

Mari menelusuri catatan Angga,ternyata aku belajar dari semua itu...

http://anggaditya.wordpress.com/2009/11/03/sudahlah-sahabatku/



Sudahlah, Sahabatku..
Jangan ikut campur!, Sahabatku..
“ Mereka cukup pintar untuk mengurusi segala kisah cinta mereka. “
Angga Aditya Atmadilaga 19 Oktober 2009.




Apa Yang Aku Kenal
Aku mengenal kebenaran dalam memahami Tuhanku, dan aku mengenal kebaikan untuk memahami duniaku..
Angga Aditya Atmadilaga, 19 Desember 2009




Kita Sama Dalam Sebuah Perbedaan

Aku dan Kamu
Sama sama pernah tertipu, membahasakan cinta.
Meski hanya sekali, tapi itulah kesamaan kita.

Angga Aditya Atmadilaga, 5 September 2009.


Sederhana
Saya rasa, saya terlalu cerdik untuk melupakan hal hal yang seharusnya dilakukan secara bodoh.

Angga Aditya Atmadilaga, 6 Desember 2009


Labil
Ada yang menjadikan diriku limbung.
Terapung, antara langit dan sebuah alas hitam berpercik.
Sebuah rasa yang menukik ulu hati,
Kau kah itu ?


Tuhan maha cinta



Atas Suatu Kegelisahan
Aku percaya hati kecilku, untuk menandai kepekaanku atas dirimu..
Angga Aditya Atmadilaga, 14 desember 2009

http://anggaditya.wordpress.com/2009/07/27/dua-sebagai-pernyataan/

Antara Aku, Kamu, dan Kalian.
Pernah berpikir, bahwa diri kalian hebat !!
Jika belum, berpikirlah !!
Jika sudah, bergeraklah !!
aku ingin tahu kehebatan itu..
Angga Aditya Atmadilaga, 5 September 2009.


aku belajar cara kalian mengalahkan aku


23:54
Selalu ada kerumitan, bahkan untuk mengungkapkan hal yang berasal dari hati yang sederhana…
Angga Aditya Atmadilaga 10 Desember 2009



Epik Sebuah Etika
Tak ada ketikan huruf untuk pernyataan ‘aku tak bisa mendekatimu.’
Atur ucap pun tak berbunyi larang.
Namun etika mengekang,
Menjaga keintiman rasa, tuk tak keluar sarang
Takut – takut ada yang berang.
Aku lari saat senggang.
Angga Aditya Atmadilaga, 24 Juli 2009



Aku Tahu Dunia…
Aku berkhianat untuk setiap percepatan jantungku.
Diremehkan ketidakpastian bayang banal.
Kamu membuatku tahu…
Kesempatan, menandakan Dunia itu nyata



Sarat Senapan
Aku menggenggam pisau, diantara dua perkelahian pagi..
Ini, sarapan terbaikku..



Aku Sebagai Titik Kerumunan
Di sekelilingku, mereka berjalan menantangku,maka aku melangkah Mencari malaikat yang berjalan searahku
Angga Aditya Atmadilaga, 28 November 2009



Orang Baik, Mati Saja ?
Kita sering terjebak dalam kebaikan
Terlintas,“ orang baik membosankan”,,
Tapi tak apa.. itu menyenangkan
“Setidaknya orang baik tidak menyusahkan”
Angga Aditya Atmadilaga, 19 Desember 2009



Mencoba Mereka
Dimanapun posisi radio itu diletakan, Ada frekuensi yang hilang tiap kali hujan lebat , hingga ia tak terlelap, menunggu suara lembut kembali disuarakan.
Begitu pula dengan kebunku yang hening,, ulat – ulat masih saja bergeliat tanpa sayap. Kepompong mereka selalu hilang sebelum hujan berhenti redap.
Mereka kehilangan,saat memilih
Mereka menemukan, saat meyakininya sebagai ‘takdir’.
Angga Aditya Atmadilaga, 7 November2009.



R.I.P
Habis sudah teman teman berceritaku..
Dipermainkan racun, pada setiap cerita lalu yang diperdengarkan.
“ Jangan mati hari ini, aku masih ingin bertempur melawan kalian meski dalam rangkaian sejarah berbeda.”
Angga Aditya Atmadilaga, 20 Desember 2009



aku ingin kuat dan hebat seperti kalian



Celaka Cinta
Aku mendengarnya..
Percakapan setiap malam di dalam dinding kamar tidurku..
Sepertinya, makhluk – makhluk kerdil berdiskusi..
Kurasa, ada 7 suara berbeda yang bergema hingga ruang daun telingaku.
Mereka membicarakan………….
‘Cinta’
Oh tidak, bukan cinta,,,
Tapi…
Manusia yang bercinta…
Mereka, mengaturnya..
Memilih siapa yang mendapatkan Cinta…
……………………..
Nama itu tersebut,
Esok, giliran sahabatku yang mendapatkannnya..
Celakalah ia…
Baru kusadari, mereka mengatur Hasrat..


Azab dan Mukzizat
Aku mempunyai 40 Jiwa,
Untuk Kalian :
Manusia – Manusia setengah nyawa.



Tari Bertaring
Setahun yang lalu, aku pernah mencipta karya, bernama ‘tarian renggana’,
dan lusa kemarin aku melihatmu dan tarianmu..
Karyaku tak selincah tarimu, ternyata !
Tapi mataku secerdik gerakmu.
Darinya aku paham, ‘ darimana datangnya rasa ‘
Angga Aditya Atmadilaga, 5 Juli 2009



cinta hadir dari samudra langit



Selain Dimiliki Tuhan.
Saat dirimu dilahirkan, ada nama sebagai doa.
Dibisikan lembut, hingga daun telingamu memerah karna malu.
Nama itu menjadi milikmu utuh.
…..
Waktu kelahiran, pilihan Tuhan
Tak ada tuan waktu, bahkan untuk masa lalu yang dianggap berdebu sekalipun.
Maka waktu menjadi utuh milikmu,
…..
Dirimu..
Tumbuhkanlah karna kau menginginkannya.
Menginginkan keutuhan yang melewati garis peniruan.
aku akan mendampingimu untuk mencarinya, hingga aku
Bisa mendapatkan bayaran termahal untuk sebuah penjagaan..
“Melihatmu tumbuh, menjadi diri sesungguhnya untuk melakukan penjagaan berikutnya.”
Angga Aditya Atmadilaga, 19 Desember 2009



Dinding Kelingking
Di kala ..
Kita tumbuh melalui dogma yang diperdengarkan…
Maka aku menjadi Milik’nya’, dan engkau untuk’nya’…
Di kala ..
Ada sekat dekat yang melekat …
pada setiap jari kelingking yang erat menyimpul penjagaan..
Semesta mengetahuinya.
Ia turut bersedih untuk kita..
Karna itu, “ Aku selalu bersama hujanku.”
Angga Aditya Atmadilaga 10 Desember 2009



Dua Sebagai Pernyataan
Apa mungkin aku harus mengakhiri langkahku untuk mengenalmu?
Jika ya, berikan aku dua angka desimal,
Jika tidak berikan aku pernyataan dua kata, maksimal !!!
Angga Aditya Atmadilaga, 5 Juli 2009



Setidaknya, aku masih berhasrat !
Cukup menyedihkan,
Kehilangan sahabat, yang berhasrat penuh akan mimpinya…

Angga Aditya Atmadilaga, 4 Februari 2010

http://anggaditya.wordpress.com/2010/02/04/setidaknya-aku-masih-berhasrat/


Semoga kalian mengerti betapa hancurnya jiwaku hari2 lalu
dan kini aku semakin belajar mengenal diriku sendiri....
Aku tak akan menyimpan sifat buruk dan sikap busuk ku ini.....
aku bangga dengan semua ini..karena dengan ini aku bisa mengalahkan segalanya
tapi kini aku yang kalah..

biarkan metafora dan metonimi selalu jadi bahasaku berkias akan cinta dan persahabatan..

"aku pernah jahat..aku pernah mengkhianati....tapi hati kecilku begitu menyayangimu
karna hati kecilku..adalah jalan besarku"

Catatan FooteRian:
*Angga : Nuhun Ga,aing pake prosa maneh haha ti blog maneh http://anggaditya.wordpress.com/
*Aconk : Lo mesti mengenal Angga sang Dewa Damai, sampai akhirnya benar adanya gw adalah sang Dewa Perang
*Shasa : masih banyak waktu untuk berkasih cinta, aku ingin kembali berbincang digital untuk menghiburku tiap malam. hari ini kita tak berdampingan,tp nanti kita bisa berama menatap angkasa. Aku sayang kamu
*Yovan : Angga dah ngincer sepatu Titans tsb,dia berencana beli akhir tahun..haha..lo menang selangkah dr Angga
*Tito : Ga ada hal yang bisa mnghentikan gw menulis...hati yang bicara..logika yang bertutur..maaf..tapi semoga mulai kali ini ga ada yg nyakitin.. Tp klo masih ada yg tersakiti,mungkin krn dia masih dibawah umur kali ya
*Alvian : Lo dah melaju sukses,gw dah sulit menjangkau lo..gila..lo emang adik gw yg paling gw kagumi. Sesukses apapun elo,Lo tetep babi si tukang tidur wakakakakkk
*Sufty : suf,benar katamu. Rian dah merasakan akibat dari menulis yang aneh2. dan memanjakan rasa. Bukan tulisannya yang ga jelas, tapi mungkin belum ada yg bisa menerima keliaran rian yang cuma ada satu di dunia ini
*Yusi : ketika luka tercipta,ketika itu juga sejarah tercipta. kita bukan korban cinta,hanya kita tak pernah sadar 'rasa' itu tercipta untuk dijaga. Gw sayang elo Yus
*Tari : terimakasih selalu jadi malamku berbincang, aku senang bercanda denganmu tiap malam...Rian sayang Tari
*Adam : Jujur sejujurnya, gw pengen banget belajar dari orang sepintar lo..karena gw masih enol. Gw pgn dr Zero..jadi Hero dam..dari Hero..jadi Maestro..saat itu gw baru bisa mengalahkan lo..
*Adhi : gw belom konkrit dalam cinta..hanya bisa berteriak dan meributkan sesuatu.. Lo ga tau masalah yg gw geluti 4 minggu ini apa. Yang pasti gw kabur ke Medan,krn gw tau danau Toba debit airnya menurun,maka dr itu gw menangis disana
*Keci : jangan pernah tinggalakn Angga dengan segala sejarah yang dibuatnya untukmu. Rian sayang Keci
*Tyok : cinta itu bukan dikejar,tapi dibentuk yok. cinta itu bukan dipertahankan..tapi justru cinta yang membuat kita kuat
*Ajie : biarkan Dade dan Gege menjadi teman ilusi yang selalu hadir dalam sepi,dan Imba adalah rasa..dan Anja adalah fikir



aku ceria kembali dgn nafas yang lebih sejuk intropeksi yang memuaskan. Terimakasih sahabat!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar