Gembala Kelam Hati

sebuah kolaborasi puisi Rian dan Aconk 

 GEMBALA KELAM HATI 

Layaknya pria berjubah yang kini
berlumuran darah
aku tak tahan lagi dan bertanya-tannya
Mungkinkah syurga bukan lagi jawaban?
tunggu..
aku masih merenung
dibawah langit biru
di atas padang rumput tempat para rusa-rusa kecil
mencari makan
kau melintas bersayapkan putih bulu domba


Dan dikau yang mengatakan dirinya perempuan
seolah bukan sinar langit
yang kunanti
Jikalau nyala langit hanya jadi cakra petaka
janganlah bercerita
tentang anggunnya cakrawala
Dimana kau hanya melintas dengan cintamu
yang aku kira sebagai lara merona
disini di lubuk segala rusa bergelora
aku coba mentaati arah angin
untuk dapati senyum dari geleparan basah hujan


Dan aku meraih segenggam angin kecil,
pucat, tak berdaya
Ah..haruskan kupercaya
biarlah kucoba
kulantunkan nada-nada cinta
bersama rusa-rusa kecil yang telah lebih dulu
bercerita kisah cinta pertamanya
Terbanglah wahai angin
bawakanlah baginya hadiah tanpa nama ini


Karena hadiah sebentuk embun hati ini
yang akhirnya melantunkan rasa
atas cinta yang tak terlihat
atau kadang sayu terdengar
Bukan harapanku berujung
tapi janganlah sampai rumput mengering
seolah hijau adalah kasih tak sampai
Berikan wajahmu,
hingga ronta menjadi puja
Bukan pelangi yang ungu saja
tuturan hati berkelana asa


Tunggu !!
kemanakah kalian berlari rusa-rusa kecil?
temani aku sebentar lagi saja disini
senja hampir tiba
dan dia bahkan belum menerimanya..

Puisi karya Rian Ardiansyah feat Adrian Mangunsong
5 agustus,23.00 wib sampai 6 agustus,02.00 wib 




Aconk,yang sebelah kiri (bait ganjil)
Rian, yang menjorok kedalam (bait genap)
Terimakasih mau membaca dan mengapresiasi


kamu dimana wahai perempuan..kamu sedang apa wahai perempuan.Bandung 8 Agustus 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar