Maafkan aku bunda..

Maafkan Aku Bunda..

Shubuh hari ini, sama seperti shubuh hari 3 bulan terakhir...
bahkan hari ini jauh lebih suram
Sujudku semakin berair mata dala kamar terkunci
Tergelepar di sajadah menangis tetap dalam ruang terkunci
sendu...tapi ini yang terlepas

Maafkan aku bunda..
dikau yang berdoa di ruang sebelah..
ruang yang selalu terlirihkan doa untuk senyumku
doa untuk keberhasilan segala gemintangku
tapi kali ini dikau tak tahu...
bahkan sejak 3 bulan ini dikau tak pernah tahu
bahwasanya aku telah berada pada dimensi kehancuran

Yang dikau tahu
aku akan gagah pada hari itu..
penuh sanjung dan doa merekat di tubuh..
engkau hanya tau itu dalam pengharapanmu...

Maafkan aku bunda...
karena inilah hari-hari terakhir aku mendekam di kamar ini...
kamar yang engkau percaya sebagai pabrik segala imajiku..

Sejak abang menghilang dan tak mau kembali ke rumah
aku lahir sebagai prajurit baru...
namun kini aku gagal menjadi pahlawan itu..
aku direbahkan dunia..
Aku yang ingin menyelamatkan keluarga ini..rumah ini...
ternyata hanya menjadi badai baru
ketika badai yang masih membelenggu ini belum sirna

Maafkan jika suatau malam
ditengah malam yang dingin...
kau menemukan aku tak lagi diruang ini...
dan hanya meninggalkan luka
yang pasti akan membuatmu semakin hancur
hatimu sudah terlalu lelah bunda...
hatimu adalah hati terkuat yang pernah ada...
hatimu adalah hati terbaik yang pernah ditubi badai..
hatimu adalah hati terhebat yang menahan luka bertahun tahun
dan maafkan aku bunda
jika aku datang sebagai badai yang bahkan terlampau berat

Maafkan aku bunda...
bunda yang kuat karena belum pernah bersanding engan kedua putranya
yang memakai jubah kemenangan...
saat itu abang terlerai angin badai
dan kini aku terbantai guntur gemuruh..
Hati bunda yang terbaik yang akan menerima ini...

Maafkan aku bunda....
Aku akan kembali.... jika langit sudah membawaku
pada mimpi yang bisa membuatmu tersenyum

Ayah pernah hilang....ayah pernah kembali
abang pernah hilang....dan abang telah kembali
dan kini aku..
aku hilang...dan aku akan kembali, ntah kapan...

Maafkan ade bunda...
jika esok hari, kau tak mendengarkan lagi
suara nyanyian anakmu dari kamar ini...

Maafin ade bunda..
aku tahu kau akan selalu mendoakanku...


-Rian, Bandung,05.50 wib  14 oktober 2011-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar