Butuh waktu yang banyak untuk membangkitkan kembali hati yang terluka dalam
bahkan telah habis debit darahnya.
Mimpi tertunda atas sebuah harapan masa depan yang terpupuk sejak dini
Cinta teriris sikap dan sifat buruk yang menghalalkan segala hasrat
Persahabatan terlumur air keras seolah kaku tanpa gelak tawa
Keluarga hadir tempat tidur sebagai pelabuhan tipu daya kebaikan
Bintang Kehidupan..
Jenuh aku mendengarManisnya kata cintaLebih baik sendiriBukannya sekaliIngin ku mencobaNamun ku gagal lagiMungkin nasib ini suratan tangankuHarus tabah menjalani
Jauh sudah langkahkuMenyusuri hidupkuYang penuh tanda tanyaKadang hati bimbangMenentukan sikapkuTiada tempat mengaduHanya iman di dadaYang membuatku mampuSelalu tabah menjalani
Malam-malam aku sendiriTanpa cintamu lagiHanya satu keyakinankuBintang ‘kan bersinar menerpa hidupkuBahagia ‘kan datang
Aku bernyanyi walau selalu gagal menahan tangis hingga nada terakhir..
Aku berdoa walau sudah menangis ketika kata Bismillah pertama kalinya
Aku tidur hingga percaya itu pengobat segala lelah hari ini..
Dan besok paginya...aku tetap merasa sendiri..
catatan ini persembahan juga untuk dua Sahabat Klasikku
Adityo SumaRian Sastrokusumo dan LaksiteRian Hedi Nugroho
-Iyo : ayo kita bangkit dr keterpurukan dan terjebak dalam galau ini
City of Love
Tidak ada komentar:
Posting Komentar