MC SEBAGAI MEDIA DAKWAHKU


The Golden Mic of PresenteRian

Kiprah menjadi seorang presenter dan MC yang lebih profesional sedang aku geluti bahkan mengejar pada fase-fase lebih besar lagi. Baik itu di TV nasional,atau bahkan impian terbesarku menjadi Presenter kelas internasional di masa yang akan datang.
Semua berawal sejak kecil, SD dan SMP dimana "cuap cuap" adalah kegemaran jiwa dan mengomnetari hal apapun yang kadang saya tidak mengerti sekalipun.
SMU menjadi ladang usia dimana MC adalah pekerjaan yang menyenangkan.

Jauh dari itu semua. Semasa kuliah di ITB dalam rentan waktu 4 tahun,MC bukan sebuah identifikasi seorang Rian. Rian hanya dikenal sebagai kaderisator, aktivis seni budaya dan tentunya seorang pekerja kreativ (lukis, film, fotogravi, perfom art dsb).
Masuk tingkat 4 di kampus yg kini menjadi mantan kampusku. Aku menemukan kembali dunia yang tertinggal (tidak hilang), MC yang digeluti sejak masa TPB bukan merupakan hal bombastis bagiku. Tapi aktivitas dan eksistensi di organisasi terbesar kampus yakni KM ITB, membuat dunia ini dekat kembali padaku. Gondjang-Gandjing Kampus, sebuah acara mini dari Dept.Seni Budaya KM ITB inilah yang membawa nama Rian Ardiansyah pada citra baru, yaitu presenter.

Kisah demi kisah, panggung demi panggung. Munculah Edufantasi (pra event ITB Fair) yang sangat ceria dan tentunya mengantarkan aku pada Malam Puncak ITB Fair sebagai panggung berkelas pertama dalam hidupku. Tampil berinteraksi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Andy Malarangeng), Gubernur Jawa Barat (Achmad Heryawan) dan Rektor ITB terbaru saat itu, BapakAkhmaloka.

Pagelaran Seni Budaya ITB 2010, menjadi panggung terbesar yang pernah aku sumbang aksi. Menyusul berbagai acara besar di ITB beriring job presenter di luar kampus walau tidak besar.

Bukan tentang besar atau kecil sebuah event. Tapi hal lain yang sangat aku tekankan pada proses berkreasiku diatas panggung. Yaitu "kekuatan bicara". Dimana ini menjadi bagian terpenting sebuah komunikasi massal. Ini juga yang menjadi prinsipku dalam MC. Apa saja?
1. Bagiku, MC dan Presenter itu bukan sekedar menghibur. Tapi juga mencerdaskan. Yang tidak tahu menjadi tahu. Yang tidak sadar menjadi sadar. Dst
2. Bagiku, tentunya MC dan Presenter itu harus menghibur. Bukan sekedar membuat orang tertawa. Tapi juga terbawa susana. Yang galau jadi senang. Yang gundah jadi sumringah. Yang sedang marah jadi melemah. baik acar formal maupun non formal, MC tetap harus menghibur dan membawa suasana.
3. Bagiku, MC dan Presenter adalah tugas MULIA. Bagiku, MC adalah ring 1 sebuah event. Hal buruk apapun di belakang layar kepanitiaan atau penyelenggara, ditutup oleh aksi MC yang membawa event tsb pd citra yg lebih baik. "Penonton tidak perlua tahu hal dibelakang layar, mereka hanya harus tahu acara ini sangat menarik dan seru".
4. Bagiku, MC dan Presenter adalah penyampai materi. Jika segala metoda sudah tersampaikan. MC inilah yg menjadi titik akhir sebuah materi tersampaikan.

Sejak membawakan acara-acara berkelas di ITB, aku tersadarkan bahwa MC mempunyai tugas sebagai penyempurna. Dengan kemampuanku berkomunikasi massa,aku merasa bahwa tugasku sebagai MC atau presenter adalah menyampaikan acara (dengan segalan tujuannya) samapi ke hati dan logika apresiator.

PSB ITB 2010, aku berbicara budaya. ITB Fair aku berbicara keprofesian, semangat pergerakan baru, pengembangan komunitas dan kemampuan 3 penguasa peradaban (seni,sains, teknologi) memandirikan Indonesia.
Planosphere aku berbicara permasalahan kota Priangan. MFest aku berbicara inovasi teknologi yang seiring ecolife. Lomba Rancang Pabrik aku berbicara Industri yang bermanfaat bagi Indonesia.Dies Mas LFM 50thn dan Dies MTI aku bicara tentang nostalgi. Aku Masuk ITB aku berbicara tentang mimpi dan semangat. PASAR SENI ITB aku berbicara tentang seni,sains,teknologi sebagai strategi budaya bangsa. Dan banyak lagi.

Itulah kenapa setiap menjelang naik panggung aku selalu mempelajari sebuah materi besar. Karena aku percaya, MC adalah salah satu ring penyampai tujuan acara tsb.

MC SEBAGAI MEDIA MENYAMPAIKAN ASPIRASI

"Aku kritis. Aku bisa kritik"

Kalimat itu menjadi patokan sikapku diatas panggung. Tidak sedikit kalimat2 menyidir aku paparkan diatas panggung. Memang kadang menyinggung, tapi dengan sebuah trik, kritikan tsb bisa dibelokan menjadi hal ringan dan canda. Biasanya itu berdasarkan pada hal yang aku rasa ganjil, aku tak suka atau aku gerahkan.
Contoh "Duh..ribut ama sih lo pada. Biasanya nih yang suka nonton2 konser dibagian depan biasanya komunal yang suka bikin rusuh dan ngajak berantem tawuran hahaha" Kondisinya saat itu aku menyindir 3 himpunan timur jauh yang cenderung membuat acara tidak kondusif di bagian depan panggung.

Moral disampaikan dengan canda. Yah, itu dia, walau secara atitud atau moral bahkan, aku belum terbilang baik. Tapi sangat benarnya jika aku memnfaatkan panggung sebagai tempat menyampaikan nilai-nilai moral. Kadang isisnya bersifat nasihat atau lagi-lagi kritikan.

Tentunya banyak sekali isi wicaraku yang berkuatat tentang kemahasiswaan, apalgi jika acaranya memang seperti itu (ITB Fair,Panggung Rakyat, dsb). Tugas saya tidak hanya memandu acara dengan kalimat2 menghibur atau mengantarkan acara. tapi juga menyusupi aspirasiku tentang kemahasiswaan. Anthing goes. Berikut contohnya:
"oke, akhirnya nih,sampa jg di penghujung acara. Semoga Olimpiade ini bukan sekedar ajang senang2 himpunan buat pesat olahraga. Tapi seluruh masa kampus sadar sebuah integrasi yang harusnya tercipta diantara kita semua. ................ " Disini aku blak2an berbicara tentang himpunan dgn kalimatnya "duh..panitia gmn sih..bla bla bla". Tapi tidak sama sekali menyadari bhw Olimpiade (notabene acara olhraga) sebagai simbol kepemilikan. Ga semua himpunan membantu kinerja panitia,yg ada hanya cetus2 saja dsb.

Keadaan2 seperti ini terkadang disampaikn dgn nada emosional. Yang kadang mebuat partnerku justru terdiam. Terdiam seolah menunggu Rian selesai berorasi. haha.

Ada beberapa media tempatku beraspirasi dan memberikan cerita. Tentunya media Public Speaking yang sering aku geluti.
AKu sering berOrasi, aku MC, aku jg sering menjadi Humas, aku Motivator, serta menjadi Speaker di berbagai seminar dan talkshow.
Lalu bagimana jika aku berdakwah?


MC SEBAGAI MEDIA DAKWAH

Sebenernya ada satu imej lg yg ingin aku tampilkan di show2 selanjutnya. Tunggu saja!!
Yang pasti ini menyambung tentang MC sebagai penyampai aspirasi. Kali ini aku tersadarkan sesuatu
hingga akhirnya menambahkan satu poin dalam prinsip perMCan ku.

Note inipun ditulis setelah malam ini aku buka bareng berdua dan berbincang dengan mantanPresiden Keluarga Islam Seni Rupa, Arif Rivai SM05.

"MC sebagai media dakwah yang sangat menarik"

Sekali lagi kita berbicara tentang kekuatan bicara. Dimana kelas konten yang aku sampaikan memang seharusnya punya bobot ibadah.
Ada Sunan Kalijaga yang berdakwah dengan kesenian. Atau lihat saja Ustad2 komersil di TV,berlomba mencari identifikasi. Ada yang memberi ceramahnya dengan lawakan, nyanyian, pantun. Atau Dedy Mizwr yang berdkwah dengan media sinetron dan film. Dan tentunya Iklan-iklan yang muncul di Bulan Suci ini, seara tabula rasa, itu adalah dakwah secara audio visual juga.

MC..yap. Kekuatanku ya di mulut ini. Isinya bukan ceramah secara detail. Tapi bumbu-bumbu yang bisa disusupkan dalam aksi panggung tentunya nilai aqidah, syariah dsb.
Beberapa pernah aku lakukan.
Ketika ada orang yang aku wawancara, dia berkata "peduli ama dia ga solat,yg neraka dia dia juga haha". Padhl itu senang bercanda, alias kita sedang bicara konten lain,yaitu kebiasaan menunggu Buka Puasa. Saat itu aku lgsng ambil wacana "Elo parah dahh. Ya klo temen lo ga solat lo usahakan dia solat donk.Dosanya elu2 jg yg nanggung. Salah kali klo soal ibadah kita peduli ama diri sendiri,ISLAM ITU SALING MENYELAMATKAN, apapun yg terjadi ya kita mesti nyelametin semua umat kita kali."

atau Kasus lain
"Yaampun, elo yah. Puasa itu yah, bukan ampe jam 6 lo buka. Puasa tuh yah sepanjang hari kali. Lo abis taraweh ampe sahur ya lo jaga sikap,jangan marah2. Orang tuh suka dodol deh,suka nganggap puasa tuh dr msak ampe buka doank...plisss. Dah gede ga gaul informasi Islami lu..haha"

Itu cntoh-contoh kecil yang akan aku perbesar dalam jenjang karir MC ku kedepannya. Tidak hanya saat bulan suci, tapi juga bulan tidak suci lainnya.
Prinsip inilah yang akan bawa, disamping akhlakku juga yang terbilang masih belum baik bahkan secara ibadah masih terbilang nilainya D.
Tapi itulah, dari pikiran "Islam itu saling menyelamatkan" berpindah secara general dengan perfoma ku diatas panggung.

Itulah sedikit kisah tentang sebuah pencapaian dan harapan pencapaian yang lain.
Aku mengejar banyak mimpiku, salah satunya. Menjadi besar dalam dunia yang cukup mulia ini. MC dan Presenter : )

"Dakwah..adalah public speaking terbaik yang pernah ada di bumi"
 Rianeology

by
Rian Ardan
MC yang sedang menmpuh jarak cahaya
Menteri PSDM Keluarga Islam Seni Rupa 07-08
Manager Ganester (penghadir MC kayak atitud,perfoma dan kenangan)



Profile PresenteRian #1


Profile PresenteRian #1


Profile PresenteRian #3

*note ini ditulis dengan hati yang gundah,doakan saya lepas dr masalah besar inimenulis ini sedikit menghibur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar