Terbit dan Takan Terbenam
02.30 WIBBersama malaikat malamibunda terbangun menuju kucuran air sucidia lalu bersujud, saat rembulan masih menjadi rajadia bersujud dengan doa tiada batas"Ya Allah, jika rezekiku jauh,maka dekatkan pada anakku"
04.45 WIBSapaan ketiga kalinya terdengarmenyentuh ujung kakikuuntuk segera bergegas membuat jarak..jarak yang begitu dekat dengan IllahiHany dia yang mamupu membuatku melangkah
08.00 WIBSekawana roti cokelat memasang pose diatas mejaatau kadang segerombol nasi sudah menantiitulah jejak ibunda tiap pagikudengan kopi susu hangat sehangat peluk ibundadengan embun pagi sesejuk hati ibunda
09.00 WIBAku lepas langkahku menuju luar istanatangannya yang menempel dikeningmengalirkan doa super powernyaSang bungsu akan meraih bintang di siang inisang bungsu akan melawan panas di dingin mendungsang bungsu akan melawan dingin di terik siang
13.00 WIBSelalu ada sekawanan kesatria tubuh d lemari makanbeliau tahu..aku pulang..aku makanSayur asem yang menjadi santapan tak terlupakanatau sope ayam yang slalu jadi andalanAku percaya..doa ibu, ada di setiap jengkalbuncis,wortel,dan air penuh energi
Lagi-lagi dia pasti berdoa di sujud siangnya
17.00 WIBSetelah beliau sujud kembali di sore ituLembayung menemani istirahatnyamelihat acara gossip di TV yang membuatnya terhiburseolah lelah d hari ini adalah cerita fiksiIbunda menunggu aku pulang..walau dia tahu..aku anak malam dengan seribu cerca
18.00 WIBSujud petang terjadi kembali..bunda percaya, tapi bunda bertanyaSelesaikah tugasku pada anakku hari ini Tuhan?bahagaiakah si bungasu Tuhan?Dia yang selalu menjadikan aku nomer 1dalam segala mimpi yang tercurah di keluarga iniada rezeki..pasti itu tertuju untu senyumkuada rezeki..pasti itu menopang langkah hidupkuada rezeki..pasti itu untu menguatkan sayap kekarku
19.00 WIBMakan malam tersaji menjelang sujud malam ini...Ananda bernama diriku beranjak pulangsantap segala lelah mama sehari inimereguk segala segar keringat mama hari iniIbunda yang kupanggil mamaselalu bertanya.."Ada apa yang terjadi denganku hari ini"Ibunda yang kupanggil mamasangat percaya..doanya terpatri di langkah kaki putranya
21.00 WIBRanjang lelah menant..beliau selalu tertidurdan aku masih bergelut dengan problema duniawikumama bedoa..bersatu padu dengan doaku....Sujudnya begitu berartikarena ku percaya..taka ada kekuatan hebat di bumi iniselain kekuatan doa seorang Mama
Inilah hidupku,dan dialah wanita terbaik di dalam hidupkuyang akan terbangun kembali di sepertiga malam..lalu kembali mnerbitkan doa untukkudan takan pernanh terbenam di langkah hidupku
-Rian Ardiansyah, Bandung 22 Desember 2010-

Me n MotheRian -mana yg lebih bahagia hidupnya..Rian atau Raya??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar