YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
Rian feat CHAIRIL ANWAR
Takan ada yang hilang untuk ceramah kehidupan
aku berbicara dengan bapak seperti sedang mendengar elegi
seruan patetis tentang keluarga
dimana kelak ayah bekerja
dan menerima segala gundah kekalahan
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,menggigir juga ruang di mana dia yang kuinginmalam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu (chairil)
Berbicara dengan bapak parkir depan mata
seperti berbicara pada chairil anwar
"Hei Chairil..apa kamu sedang mencoba memberontak?"
tentu tidak untuk sebuah jawaban..
apa karena dia percaya aku..mahasiswa...
tidak,dia yakin sekali kita adalah manusia lembar hijau
atau segala pasrah adalah doa yang tertinggal dilahan ganesa..
Biarkan anakmu dengan susu dalam mimpi
atau kau mencoba menyapa kembali ijazah SMUmu..
"Apa tak ada kerjaan lagi untukmu Pak?"
Sepertinya belum...
kecuali menjadi pembunuh bayaran..
membunuh seorang raja gajah
Wajar jika banyak simpati turun seperti hujan sore ini
bhkan empati seperti hujan menyerap ke tanah sore ini
Yang terampas..dan yang putus
nyanyian kehidupan pada bapak yang telah lelah
bekerja menyapa siang dan malam
dingin dan kemarau para tamak
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datangdan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang (chairil)
Tetaplah berjuang...
pada doa yang selalu menyertai...
salam untuk anak dan istrimu
yang tersenyum dengan segala rahasiamu sore ini
"istriku bangunkan aku esok hari..aku kerja pagi lagi"
Seolah muncul imaji di etalasi mimpi ini...
membangun lahan parkir segala mimpi
atau membangun lahan pekerjaan segala daya
Kau yang terampas......dan kau yang terputuskan...
Aku bukan lagi siapa siapa ketika ujung hayat ini
status mahasiswaku segera bergulir lepas...
Kau yang terusir...
akupun segera terusir....artinya
aku bingung apa yang harus aku lakukan....
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku (chairil)
Maaf bapak...
-rian, 18 desember,02.30 wib-

KERIKIL KERIKIL TAJAM dibelakang AKU,takan jadi DERU DEBU dalam DERAI POHON CEMARA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar